Senin, 01 Maret 2010

BENCANA LONGSOR

Longsor yang terjadi di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sudah diprediksi sebelumnya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono melalui surat pemberitahuan mengenai sejumlah wilayah yang rawan longsor.

Kepala Pusat PVMBG, Surono menyatakan surat sudah diedarkan ke sejumlah wilayah seluruh Indonesia, dan memang baru Kabupaten Garut yang merespons imbauan tersebut untuk dilakukan identifikasi daerah yang memang berbahaya untuk warga sekitar.

"Tapi justru yang terjadi malah di Ciwidey," kata Surono saat bincang-bincang dengan tvone, Rabu 24 Februari 2010.

Menurutnya, daerah Pasir Jambu itu memang masuk daerah potensi longsor yang mana postur tanahnya tinggi. Karena itu sebaiknya memang daerah itu tidak ada pemukiman.

Seperti diketahui, longsor di Ciwidey menurut data sementara korban ditemukan tewas sebanyak 6 orang, sementara puluhan orang yang rata-rata buruh teh masih tertimbun longsor.

Berdasarkan data dari pemerintah setempat, bencana longsor ini mengakibatkan kerusakan yang parah. Data terakhir hari ini, longsor mengakibatkan 37 rumah warga yang rusak parah tertimbun longsor.
Sarana lainnya yang juga turut tertimbun longsor adalah gedung pabrik teh, 50 unit perumahan pekerja perkebunan teh, beserta masjid, dan Gedung Olahraga.

PMI Kabupaten Bandung melaporkan, longsor yang terjadi di RW 08, Desa Tenjolaya juga mengakibatkan enam ditemukan tewas, dan puluhan masih tertimbun longsor. Bahkan, 15 orang mengalami luka ringan, dan beberapa orang lainnya luka berat.

Sumber: VIVAnews

Cara Menanggulangi Tanah Longsor

Salah satu faktor pemicu tanah longsor adalah air. Curah hujan tinggi dan berlangsung lama menyebabkan tekanan pori tanah bertambah sehingga kekuatan geser menurun. Kandungan air tanah akan naik sehingga terjadi pengembangan tanah. Di samping itu genangan air, rembesan air dan penurunan air tanah secara cepat juga mengakibatkan erosi.
Pada dasarnya di Indonesia banyak sekali kawasan yang rawan longsor. Maka jangan heran kalau setiap musim hujan selalu datang bencana tanah longsor. Heru menuturkan ini disebabkan faktor geologi yang mencakup morfologi, struktur geologi, sifat bawaan batuan, pelarutan batuan dan gempa bumi yang memang kerap terjadi. Faktor lain adalah kegiatan manusia seperti penggalian, penambahan beban dan getaran. Daerah Jawa Barat yang dikenal memiliki curah hujan tinggi dan terdapat banyak lereng bisa dikatakan sebagai daerah rawan longsor yang harus diwaspadai.
Salah satu metode mencegah tanah logsor dengan mengarahkan limpasan air hujan dari atas lereng menjauh dari bagian lereng yang rawan longsor. Setelah itu dilakukan penancapan pipa-pipa atau bambu yang dilubangi kedua ujungnya sejajar sisi lereng untuk menguras air yang sudah terlanjur terjebak di dalam lereng. Apabila sudah mulai muncul retakan tanah yang memanjang sejajar sisi lereng, segera sumbat tanah retak tersebut dengan bahan kedap air atau tanah lembung agar air hujan tidak meresap ke dalam retakan. Kalau retakan tanah semakin cepat berkembang, kosongkan segera lereng agar tidak ada pemukiman dan aktivitas manusia. Retakan tanah ini adalah indikator kritis tanah sudah siap untuk meluncur ke bawah lereng. Kemudian kosongkan segera kilam atau selokan yang mengalir di daerah retakan. Terakhir perbaiki drainase untuk mengurangi peresapan air hujan ke dalam retakan.

Sumber: Sinar Harapan

0 komentar:

Poskan Komentar